Gerakan Pertanian Pro Organik Dengan Pupuk Organik Cair Plus
Latar Belakang
Pangan merupakan kebutuhan dasar manusia yang pemenuhannya
menjadi tanggung jawab negara. Dalam menghadapi tantangan global seperti
perubahan iklim, degradasi lahan, dan ketergantungan terhadap input pertanian
kimia, Indonesia perlu menerapkan strategi berkelanjutan guna mewujudkan
swasembada pangan. Salah satu pendekatan yang kian relevan dan strategis adalah
pengembangan Gerakan Pertanian Organik (GENTA Organik).
GENTA Organik merupakan suatu gerakan nasional yang mengajak
seluruh elemen pertanian untuk kembali ke prinsip ekologi, menjaga
keberlanjutan sumber daya alam, dan menghasilkan pangan sehat tanpa residu
kimia. Gerakan ini bukan hanya upaya teknis dalam pengelolaan pertanian, namun
juga mengandung nilai-nilai sosial, ekonomi, dan lingkungan yang sejalan dengan
tujuan pembangunan berkelanjutan.
Permasalahan dalam Implementasi GENTA Organik
1. Kurangnya Pengetahuan dan Keterampilan Petani, Banyak petani masih belum memahami secara utuh konsep, manfaat, dan teknik pertanian organik. Mereka terbiasa dengan sistem pertanian konvensional berbasis pupuk dan pestisida kimia, sehingga enggan beralih karena khawatir hasil panen menurun.
2. Persepsi Negatif terhadap Produktivitas Organik, Masih ada anggapan bahwa pertanian organik menghasilkan produksi yang lebih rendah dibandingkan pertanian kimia, terutama pada fase awal peralihan sistem. Hal ini menurunkan minat petani dan investor untuk mengembangkan sistem organic
3. Keterbatasan Akses Input Organik, Petani kerap mengalami kesulitan dalam memperoleh bahan baku pupuk organik, pestisida nabati, maupun bioaktivator yang sesuai. Selain itu, belum semua daerah memiliki unit produksi pupuk organik dan pusat pelatihan.
4. Pasar Produk Organik Belum Terstruktur, Akses pasar produk organik masih terbatas dan kurang stabil. Belum banyak jalur distribusi yang mendukung pemasaran hasil pertanian organik secara luas, dan masyarakat umum belum sepenuhnya mengenali atau menghargai keunggulan produk organik.
Tujuan
A. Meningkatkan Kemandirian Petani, Petani organik diajak untuk memproduksi sendiri pupuk organik, pestisida nabati, dan benih unggul lokal. Hal ini mengurangi ketergantungan terhadap input pertanian impor dan mahal, serta menekan biaya produksi.
B. Meningkatkan Kualitas Pangan, Hasil pertanian organik dikenal lebih sehat karena bebas residu pestisida dan pupuk kimia. Ini penting untuk menciptakan generasi yang sehat, produktif, dan memperkuat ketahanan nasional.
C. Menjaga Kelestarian Lingkungan, Pertanian organik memperbaiki struktur tanah, meningkatkan biodiversitas, dan mencegah pencemaran lingkungan. Dalam jangka panjang, ini mendukung keberlanjutan sistem pangan nasional.
D. Mendorong Diversifikasi Pangan. GENTA Organik mendorong pemanfaatan komoditas lokal seperti sorgum, jagung, umbi-umbian, dan sayur-mayur organik yang dapat memperkaya pola konsumsi dan mengurangi ketergantungan pada beras.
E. Membangun Ekonomi Pedesaan, Dengan sistem pertanian yang efisien dan pasar yang menghargai produk organik, petani mendapatkan nilai tambah yang lebih tinggi. Ini berdampak pada peningkatan kesejahteraan petani dan masyarakat desa.
Pengertian POC
Pupuk organik cair adalah pupuk berbentuk cair yang dibuat
dari bahan-bahan organik alami seperti kotoran hewan, limbah dapur, dedaunan,
sisa tanaman, atau limbah pertanian lainnya yang difermentasi dengan bantuan
mikroorganisme. Pupuk ini mengandung unsur hara makro dan mikro yang dibutuhkan
tanaman, serta sering dilengkapi dengan mikroba yang bermanfaat bagi
pertumbuhan tanaman dan kesehatan tanah.
Memberikan nutrisi dalam bentuk cair yang utamanya dapat
memberikan manfaat sebagai ZPT (Zat Perangsang Tumbuh), sebagai bahan organik (pengurai)
dan pengendali hama penyakit dari bahan yang murah, mudah dan ada di sekitar
kita
Bahan dan Alat Yang Digunakan :
Alat
Drum plastik besar tertutup, jurigen, timba, alat penumbuk,
kayu pengaduk
Bahan
Kapasitas 100 liter
1. Air kelapa : 20
liter
2. Air Cucian Beras :
20 liter
3. Air limbah tahu/tempe
: 20 liter
4. Air cucian ikan/rajungan
: 20 liter
5. Tetes / gula : 2
liter / kg
6. Alkohol 70% :
1 liter
7. Tepung beras : 1 kg
8. Telur ayam : 1 kg
9. Temulawak : 1 kg
10. Laos : 1 kg
11. Kunyit : 1 kg
12. Serai : 1 kg
13. MOL / EM-4 : 1
liter
14. Akar Bambu
15. Bekicot
16. Nanas
Cara Pembuatan
Temulawak, laos, kunyit dan serai ditumbuk dan masukkan
semua bahan ke dalam drum kemudian campur hingga rata dengan cara di aduk.
Tutup rapat dan fermentasikan selama 10-14 hari, setiap hari bokashi harus
dibuka dan diaduk.
Aplikasi
Gunakan POC sebanyak 250 cc per tangki semprot 16 lt,
diaplikasikan pada tanaman atau bisa dengan cara disiram (dikocor) jika tanaman
masih muda / kecil. Waktu aplikasi pagi
/ sore hari.
Kesimpulan
Gerakan Pertanian Organik (GENTA Organik) berperan penting
dalam mewujudkan swasembada pangan nasional yang berkelanjutan. Dengan
mengedepankan kemandirian input, kelestarian alam, dan kualitas pangan, gerakan
ini menjadi solusi strategis dalam menghadapi tantangan ketahanan pangan masa
depan.

Komentar
Posting Komentar