Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR)
1. Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR)
Plant
Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) adalah mikroorganisme yang
menguntungkan yang hidup disekitar perakaran. Jika di daerah perakaran suatu
tanaman kekurangan mikroorganisme menguntungkan maka akan menyebabkan tanaman
menjadi terserang berbagai macam penyakit akar seperti layu dan busuk akar.
Selain itu tanaman juga akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya (kurang
subur).
PGPR adalah bakteri
perangsang pertumbuhan tanaman yang hidup secara berkoloni dan berkembang
diakar tanaman. PGPR merupakan sejenis bakteri yang hidup disekitar perakaran
tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman.
Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat menguntungkan.
Bakteri ini memberi
keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya. Fungsi PGPR bagi
tanaman yaitu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi
kerusakan tanaman oleh serangga. PGPR sangat diperlukan oleh tanaman karena
memiliki banyak manfaat. Manfaat yang dapat terlihat secara nyata adalah bahwa
PGPR mencegah dan mengendalikan penyakit layu dan dapat memacu pertumbuhan
tanaman. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh PGPR ini sehingga mampu
mengendalikan penyakit layu dan menyuburkan tanaman?
1.
PGPR
memproduksi antibiotic untuk melindungi tanaman dengan cara menghambat pertumbuhan penyakit perakaran.
2.
PGPR
menjadi pesaing pathogen penyebab penyakit dalam mendapatkan makanan disekitar
perakaran sehingga pertumbuhan pathogen merugikan menjadi berkurang.
3.
PGPR
merangsang pembentukan hormone atau ZPT Auksin, Sitokinin dan Giberellin
sehingga tanaman terlihat lebih subur.
4.
PGPR
menghambat produksi etylen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati).
5.
PGPR
meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan unsur N oleh tanaman.
6.
PGPR
meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur Fe.
7.
PGPR
meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur S.
8.
PGPR
meningkatkan ketersediaan unsur P.
9.
PGPR
meningkatkan ketersediaan unsur Mn.
2.
Adapun Cara Pembuatan PGPR adalah sebagai berikut :
A. Alat dan Bahan
Alat-alat yang digunakan
dalam kajian Pemanfaatan PGPR pada pembibitan Cabai rawit adalah: cangkul,
gembor, timbangan, ember, dan bahan-bahan yang digunakan adalah benih cabai
rawit, pupuk kompos, PGPR akar putri malu dan pot tray sebagai media persamaian.
B. Pembuatan PGPR akar putri malu
Cara Membuat PGPR dari Akar
putri malu terdiri dari 2 tahap, yaitu membuat biang PGPR dan membuat PGPR dari
biang PGPR tersebut.
Pembuatan Biang PGPR
Biang PGPR ini dibuat
menggunakan bahan utama yaitu akar putri malu, akar putri malu ini sangat
mudah. Bersihkan akar putri malu dari tanah dengan mencucinya hingga bersih.
Untuk membuat biang PGPR
sebanyak 2 liter dibutuhkan
1 ons akar putri malu. Adapun cara pembuatannya adalah sebagai berikut:
1.
Siapkan
bahan utamanya yaitu 1 ons akar putri malu yang telah dibersihkan dan 1 liter
air bersih matang yang sudah didinginkan. Siapkan pula toples yang memiliki
tutup sebagai wadah.
2.
Masukkan
akar putri malu ke dalam toples, masukkan 2 liter air matang yang telah dingin
ke dalam toples berisi akar putri malu.
3.
Tutup
rapat dan pastikan tidak ada udara luar yang masuk supaya proses ekstraksi
bakteri yang ada pada akar putri malu dapat berlangsung secara optimal. Diamkan
selama 3×24 jam atau 3 hari.
4.
Setelah
3 hari, saring biang PGPR untuk memisahkan air dan akar putri malu, karena yang
akan digunakan adalah airnya saja.
Pembuatan PGPR dari Biang
PGPR
Dalam pembuatan PGPR,
selain membutuhkan bahan utama yaitu biang PGPR juga membutuhkan bahan-bahan
lainnya, yaitu:
1.
10
liter air
2.
½
kg dedak padi halus
3.
3
sendok makan gula pasir
4.
1
sachet kecil terasi atau seukuran ujung ibu jari
5.
½
sendok teh kapur sirih
Tahap pembuatannya diawali
dengan membuat media hidup dan makanan untuk bakteri yang berasal dari biang
PGPR, caranya yaitu dengan merebus dedak padi, gula pasir, terasi dan kapur
sirih sesuai takaran diatas dengan 10 liter air, rebus hingga mendidih.
Dinginkan terlebih dahulu sebelum digunakan.
Setelah larutan untuk
makanan bakteri PGPR dingin, masukkan ke dalam ember atau wadah yang memiliki
tutup sejenisnya akan tetapi sisakan ampasnya atau gunakan airnya saja,
tambahkan 200 ml atau1 gelas biang PGPR ke dalam 10 liter larutan tersebut,
aduk hingga merata.
Tutup ember hingga
benar-benar rapat dan tidak ada udara luar yang bisa masuk karena proses
fermentasi dilakukan secara anaerob atau tidak membutuhkan udara. Agar
benar-benar rapat, ikat tutup menggunakan lakban. Selama proses fermentasi
bakteri akan hidup dan berkembang biak. Proses fermentasi ini dilakukan selama
1 minggu dan PGPR dari akar putri malu siap untuk digunakan.
3. Adapun cara aplikasi PGPR adalah sebagai berikut:
a.
PGPR Untuk perlakuan benih.
Benih yang dibeli dari toko dan diduga mengandung pestisida cuci dulu sampai
bersih hingga 3 – 4 kali. Rendam benih dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 20
ml per liter air selama 8 jam tergantung jenis benihnya. Kemudian kering
anginkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan penanaman.
b.
PGPR Untuk perlakuan bibit.
Jika untuk perlakuan bibit dan stek atau biakan vegetatif lain tinggal direndam
beberapa saat saja lalu langsung ditanam. Konsentrasi yang diperlukan adalah 20
ml per liter air.

Komentar
Posting Komentar