Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR)



                                                   Oleh : ALOYSIUS CONSAGA TANONEN


 1. Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR)

Plant Growth Promothing Rhizobacteria (PGPR) adalah mikroorganisme yang menguntungkan yang hidup disekitar perakaran. Jika di daerah perakaran suatu tanaman kekurangan mikroorganisme menguntungkan maka akan menyebabkan tanaman menjadi terserang berbagai macam penyakit akar seperti layu dan busuk akar. Selain itu tanaman juga akan mengalami hambatan dalam pertumbuhannya (kurang subur).

PGPR adalah bakteri perangsang pertumbuhan tanaman yang hidup secara berkoloni dan berkembang diakar tanaman. PGPR merupakan sejenis bakteri yang hidup disekitar perakaran tanaman. Bakteri tersebut hidupnya secara berkoloni menyelimuti akar tanaman. Bagi tanaman keberadaan mikroorganisme ini akan sangat menguntungkan.

Bakteri ini memberi keuntungan dalam proses fisiologi tanaman dan pertumbuhannya. Fungsi PGPR bagi tanaman yaitu memacu pertumbuhan dan fisiologi akar serta mampu mengurangi kerusakan tanaman oleh serangga. PGPR sangat diperlukan oleh tanaman karena memiliki banyak manfaat. Manfaat yang dapat terlihat secara nyata adalah bahwa PGPR mencegah dan mengendalikan penyakit layu dan dapat memacu pertumbuhan tanaman. Apa sebenarnya yang dilakukan oleh PGPR ini sehingga mampu mengendalikan penyakit layu dan menyuburkan tanaman?

1.   PGPR memproduksi antibiotic untuk melindungi tanaman dengan cara  menghambat pertumbuhan penyakit perakaran.

2.   PGPR menjadi pesaing pathogen penyebab penyakit dalam mendapatkan makanan disekitar perakaran sehingga pertumbuhan pathogen merugikan menjadi berkurang.

3.   PGPR  merangsang pembentukan hormone atau ZPT Auksin, Sitokinin dan Giberellin sehingga tanaman terlihat lebih subur.

4.   PGPR menghambat produksi etylen (zat yang menyebabkan tanaman cepat tua dan mati).

5.   PGPR meningkatkan penyerapan dan pemanfaatan unsur N oleh tanaman.

6.   PGPR meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur Fe.

7.   PGPR meningkatkan kemampuan tanaman dalam menyerap unsur S.

8.   PGPR meningkatkan ketersediaan unsur P.

9.   PGPR meningkatkan ketersediaan unsur Mn.

2. Adapun Cara Pembuatan PGPR adalah sebagai berikut :

A. Alat dan Bahan

Alat-alat yang digunakan dalam kajian Pemanfaatan PGPR pada pembibitan Cabai rawit adalah: cangkul, gembor, timbangan, ember, dan bahan-bahan yang digunakan adalah benih cabai rawit, pupuk kompos, PGPR akar putri malu dan pot tray sebagai media persamaian.

B. Pembuatan PGPR akar putri malu

Cara Membuat PGPR dari Akar putri malu terdiri dari 2 tahap, yaitu membuat biang PGPR dan membuat PGPR dari biang PGPR tersebut.

Pembuatan Biang PGPR

Biang PGPR ini dibuat menggunakan bahan utama yaitu akar putri malu, akar putri malu ini sangat mudah. Bersihkan akar putri malu dari tanah dengan mencucinya hingga bersih. Untuk membuat biang PGPR

sebanyak 2 liter dibutuhkan 1 ons akar putri malu. Adapun cara pembuatannya adalah sebagai berikut:

1.      Siapkan bahan utamanya yaitu 1 ons akar putri malu yang telah dibersihkan dan 1 liter air bersih matang yang sudah didinginkan. Siapkan pula toples yang memiliki tutup sebagai wadah.

2.      Masukkan akar putri malu ke dalam toples, masukkan 2 liter air matang yang telah dingin ke dalam toples berisi akar putri malu.

3.      Tutup rapat dan pastikan tidak ada udara luar yang masuk supaya proses ekstraksi bakteri yang ada pada akar putri malu dapat berlangsung secara optimal. Diamkan selama 3×24 jam atau 3 hari.

4.      Setelah 3 hari, saring biang PGPR untuk memisahkan air dan akar putri malu, karena yang akan digunakan adalah airnya saja.

Pembuatan PGPR dari Biang PGPR

Dalam pembuatan PGPR, selain membutuhkan bahan utama yaitu biang PGPR juga membutuhkan bahan-bahan lainnya, yaitu:

1.      10 liter air

2.      ½ kg dedak padi halus

3.      3 sendok makan gula pasir

4.      1 sachet kecil terasi atau seukuran ujung ibu jari

5.      ½ sendok teh kapur sirih

Tahap pembuatannya diawali dengan membuat media hidup dan makanan untuk bakteri yang berasal dari biang PGPR, caranya yaitu dengan merebus dedak padi, gula pasir, terasi dan kapur sirih sesuai takaran diatas dengan 10 liter air, rebus hingga mendidih. Dinginkan terlebih dahulu sebelum digunakan.

Setelah larutan untuk makanan bakteri PGPR dingin, masukkan ke dalam ember atau wadah yang memiliki tutup sejenisnya akan tetapi sisakan ampasnya atau gunakan airnya saja, tambahkan 200 ml atau1 gelas biang PGPR ke dalam 10 liter larutan tersebut, aduk hingga merata.

Tutup ember hingga benar-benar rapat dan tidak ada udara luar yang bisa masuk karena proses fermentasi dilakukan secara anaerob atau tidak membutuhkan udara. Agar benar-benar rapat, ikat tutup menggunakan lakban. Selama proses fermentasi bakteri akan hidup dan berkembang biak. Proses fermentasi ini dilakukan selama 1 minggu dan PGPR dari akar putri malu siap untuk digunakan.

3. Adapun cara aplikasi PGPR adalah sebagai berikut:

a. PGPR Untuk perlakuan benih. Benih yang dibeli dari toko dan diduga mengandung pestisida cuci dulu sampai bersih hingga 3 – 4 kali. Rendam benih dalam larutan PGPR dengan konsentrasi 20 ml per liter air selama 8  jam tergantung jenis benihnya. Kemudian kering anginkan di tempat yang teduh sebelum dilakukan penanaman.

b. PGPR Untuk perlakuan bibit. Jika untuk perlakuan bibit dan stek atau biakan vegetatif lain tinggal direndam beberapa saat saja lalu langsung ditanam. Konsentrasi yang diperlukan adalah 20 ml per liter air.

c. PGPR Untuk perlakuan pada tanaman. Buat PGPR dengan konsentrasi 20 ml per liter air. Untuk aplikasi pada tanaman cabe siramkan 1 - 2 gelas aqua larutan tadi  kedaerah perakaran. Jika untuk tanaman tahunan jumlah larutan yang digunakan dapat diperkirakan sendiri sesuai dengan umur dan jenis tanaman, sebagai ukuran adalah siram daerah perakaran sampai basah.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU ADMINISTRASI KELOMPOK TANI

Membuat Nitrobacter

PEMBUATAN DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) EMPON- EMPON PADA CABE RAWIT (Capsicum frutescens L)