PEMANFAATAN
LAHAN DI SEKITAR RUMAH
oleh Ahmadi
BPP
Tongas
PENDAHULUAN
Pekarangan adalah
sebidang tanah darat yang terletak langsung di sekitar rumah tinggal dan jelas
batas-batasnya, karena letaknya di sekitar rumah, maka pekarangan merupakan
lahan yang mudah diusahakan oleh seluruh anggota keluarga dengan memanfaatkan
waktu luang yang tersedia. Pemanfaatan pekarangan yang baik dapat mendatangkan
berbagai manfaat antara lain:
Sumber pangan, sandang dan papan penghuni rumah
Sumber plasma nutfah dan ragam jenis biologi,
Lingkungan hidup bagi berbagai jenis satwa,
Pengendali iklim sekitar rumah dan tempat untuk
kenyamanan,
Penyerap karbondioksida dan penghasil oksigen,
Tempat resapan air hujan dan air limbah keluarga ke
dalam tanah,
Melindungi tanah dari kerusakan erosi
Tempat pendidikan bagi anggota keluarga
Pekarangan merupakan
lahan di sekitar rumah, karena itu pemanfaatan pekarangan bukan hanya
mempertimbangkan hasil, tapi juga perlu mempertimbangkan aspek keindahan.
Sebagai acuan, penataan pekarangan dapat dilakukan sebagai berikut:
Halaman depan (buruan):, tanaman hias, pohon buah,
tempat bermain anak, bangku taman, tempat menjemur hasil pertanian
Halaman samping (pipir): tempat jemur pakaian, pohon
penghasil kayu bakar, bedeng tanaman pangan, tanaman obat, kolam ikan, sumur
dan kamar mandi
Halaman belakang (kebon): bedeng tanaman sayuran,
tanaman bumbu, kandang ternak, tanaman industri
Komoditi yang diusahakan dipekarangan sebaiknya
disesuaikan dengan kesesuaian komoditi dengan daerah yang bersangkutan, peluang
pasar, dan nilai guna meliputi:
Tanaman pangan: umbi-umbian, kacang-kacangan,
sayuran, buah-buahan, bumbu-bumbuan, obat
Tanaman
bernilai ekonomi tinggi: buah, sayuran, hias (bunga potong, tanaman pot,
tanaman taman, anggrek)
Ternak: ternak unggas hias, ternak petelur, ternak
pedaging
Ikan: ikan hias, ikan produksi daging, pembenihan
dll.
DAUR ULANG DI PEKARANGAN
Usahatani di pekarangan dapat dilakukan dengan biaya
yang lebih murah karena, limbah yang dihasilkan dapat di daur ulang untuk
kepentingan usahatani berikutnya:
Sampah pekarangan dan sampah rumah tangga dapat
dikomposkan dengan membuat lubang sampah
atau bak-bak pengomposan.
Selain untuk pupuk, sampah organik dapat
dimanfaatkan untuk pakan ternak dan ikan
Pupuk kandang dan
endapan lumpur dari kolam digunakan untuk pupuk bagi tanaman
BUDIDAYA ORGANIK
Budidaya tanaman di pekarangan sebaiknya dilakukan
secara organik atau sesedikit mungkin menggunakan bahan kimia. melalui upaya
tersebut bahan pangan yang dihasilkan lebih sehat.
Bahan organik berasal dari sisa tanaman, limbah
ternak, libah rumah tangga atau lumpur endapan kolam ikan.
Proses pengomposan dapat dipercepat dengan
menggunakan biodekomposer yang banyak dijual di pasaran ( EM4, STARDEC, BIODEC,
dan lain-lain)
POLA TANAM VERTIKAL (TANAM BERSUSUN)
Pola tanam vertikal merupakan usaha pertanian dengan
memanfaatkan lahan semaksimal mungkin dengan memanfaatkan potensi ketinggian,
sehingga tanaman yang diusahakan per satuan luas lebih banyak. Pola ini selain menghemat tempat juga hemat dalam
penggunaan pupuk dan air
Media tanam dapat menggunakan media campuran tanah, pupuk kandang dan pasir/sekam dengan
perbandingan 1:1:1 yang ditempatkan pada bak-bak tanaman (paralon, bambu, pot)
yang diatur bersusun ke atas..
Tanaman yang menginginkan keteduhan diletakan paling
bawah dan yang lebih suka panas diletakkan di atas.
TABULAPOT
Tabulapot adalah menanam tanaman buah-buahan (bisa
tanaman lainnya: bunga) di dalam pot.
Media tanam harus mampu menopang tanaman, dapat
menyediakan hara, air dan aerasi yang baik (sama dengan untuk pola tanam
vertikal)
Pot yang kurang baik, akan menghasilkan tata udara
yang kurang baik sehingga kurang menguntungkan untuk perkembangan akar.




Komentar
Posting Komentar