Pembuatan dan Aplikasi Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak Pada Cabai Rawit

 



Pembuatan dan Aplikasi Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak Pada Cabai Rawit

                                                   Disampaikan Oleh Ahmadi _BPP Tongas

 

Sirsak (Indonesia); Nangka sabrang, Nangka landa (Jawa); Nangka Walanda, Sirsak (Sunda); Nangka buris (Madura); Srikaya jawa (Bali); Deureuyan belanda (Aceh); Durio ulondro (Nias); Durian batawi (Minangkabau); Jambu landa (Lampung); Langelo walanda (Gorontalo); Sirikaya balanda (Bugis dan Ujungpandang); Wakano (Nusa Laut); Naka walanda (Ternate); Naka (Flores); Ai ata malai (Timor)

     

Ciri – ciri :

 

Batang mempunyai batang berkayu dan dapat hidup menahun bunga tunggal dalam berkas 1-2 berhadapan / disamping daun mahkota daun mahkota segitiga. Buah berbentuk majemuk agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih berbiji banyak dan mempunyai duri yang pendek mempunyai cita rasa yang manis. Biji biji dalam satu buah agregat berjumlah banyak berwarna hitam mengkilat. Sirsak mempunyai akar tunggang.

 

Habitat :

Sirsak dapat tumbuh di sembarang tempat, yang paling balk ditanam di daerah yang tanahnya cukup mengandung air. Di Indonesia, sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang mempuyai ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut

 

Kandungan kimia :

Senyawa yang terkandung dalam sirsak antara lain senyawa tanin, fitosterol, ca-oksalat clan alkaloid murisine

Bagian tanaman yang digunakan adalah daun dan biji

Cara kerja :

1.     Bersifat sebagai insektisida

2.     racun kontak

3,     Penolak (repellent)

4.     Penghambat makan (antifeedant)

 

Khasiat lain :

Tanaman ini berkhasiat pula untuk obat batu empedu, antisembelit, asam urat dan meningkatkan nafsu makan.

 

 

Latar Belakang 

Cabai rawit  adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum. Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di negara-negara Asia Tenggara lainnya. Cabai rawit (Capsicum frutescens L.) merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang tidak saja memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga karena buahnya yang memiliki kombinasi warna, rasa, dan nilai nutrisi yang lengkap.

 OPT menjadi faktor pembatas dalam budidaya tanaman tanpa adanya pengelolaan OPT secara terpadu dan bijaksana, akan berpengaruh terhadap hasil produksi tanaman cabai. Hama merupakan semua organisme dalam hal ini hewan yang memberikan kerusakan yang berdampak menurunkan nilai ekonomi pada tanaman.

 Dalam upaya peningkatan produksi cabai rawit, salah satu kendala yang sering ditemui yaitu adanya serangan oleh berbagai organisme pengganggu tanaman (OPT), yang salah satu diantaranya adalah hama kutu kebul. Salah satu cara yang dapat ditempuh untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman adalah dengan menggunakan pestisida alami yang berasal dari tanaman di lingkungan sekitar tempat tinggal kita. Program pemerintah dalam hal perlindungan tanaman dengan menerapkan teknik Pengendalian Hama Terpadu sesuai dengan Inpres No. 6 Tahun 1995, yaitu pengendalian hama yang aman dan terkendali dan tidak membahayakan tanaman serta makhluk hidup lainnya dengan mengembangkan penggunaan pestisida alami. Pestisida alami merupakan produk alam yang ramah lingkungan dan tidak menimbulkan residu.

 

 Pestisida nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). Pestisida nabati dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas (pemandul) atau pembunuh. Pestisida nabati bersifat mudah terurai (biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan.

Daun sirsak mengandung senyawa acetogenin, antara lain asimisin, bulatacin dan squamosin. Pada konsentrasi tinggi, senyawa acetogenin memiliki keistimewaan sebagai anti feedent. Dalam hal ini, serangga hama tidak lagi bergairah untuk melahap bagian tanaman yang disukainya. Sedangkan pada konsentrasi rendah, bersifat racun perut yang bisa mengakibatkan serangga hama menemui ajalnya.

 

Kelebihan Pestisida Nabati Ekstrak daun sirsak

 

·         Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa,

·         Menghambat pergantian kulit,

·         Mengganggu komunikasi serangga,

·         Menyebabkan serangga menolak makan,

·         Menghambat reproduksi serangga betina,

·         Mengurangi nafsu makan,

·         Mengurangi resiko hama mengembangkan sifat resistensi.

·         Mengurangi letusan hama kedua.

·         Mengurangi bahaya bagi kesehatan manusia dan ternak.

·         Mengurangi penggunaan bahan kimia dalam budidaya tanamam,

·         Lebih akrab lingkungan serta lebih sesuai dengan kebutuhan keberlangsungan usaha tani skala kecil juga mengemukakan bahwa pestisida nabati tidak mencemari lingkungan lebih bersifat spesifik, residu lebih pendek dan kemungkinan berkembangnya resisensi lebih kecil.

 

Alat dan bahan yang digunakan dalam

(1) timba plastik besar tertutup

(2) 3 jerigen isi 5 ltr

(3) saringan

(4) kayu pengaduk

(5) pisau

(6) talenan

(7) 15 liter Air

(8) daun sirsak 100 lembar

(9) 2 sampai 3 sdm sabun colek.

 

 Cara Pembuatan 

 Daun sirsak dicacah memakai talenan.kemudian dimasukkan kedalam timba plastik dan ditambah air 15 liter, setelah itu, ditambah sabun colek 2 sampai 3 sdmdiaduk sampai rata dan didiamkan selama 1 harisetelah 1 hari ekstrak daun sirsak sudah bisa digunakan.sebelum digunakan, ekstrak daun sirsak disaring terlebih dahulu  untuk memisahkan antara cairan dengan ampasnya menggunakan saringan kain; dan pengaplikasian penggunaan pestisida nabati dari ekstrak daun sirsak disesuaikan dengan budidaya tanaman

Pembuatan dan aplikasi pestisida nabati ekstrak daun sirsak, diharapkan membangkitkan semangat dan partisipasi petani dalam kegiatan pemanfaatan daun Sirsak menjadi bahan yang mempunyai manfaat lebih tinggi. Rekomendasi pengaplikasian pada tanaman pangan , hortikultura dan perkebunan dengan konsentrasi 65cc/Liter air dengan cara disemprotkan pada pagi hari dan sore hari.



https://www.youtube.com/watch?v=0m4NaLib08o

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU ADMINISTRASI KELOMPOK TANI

Membuat Nitrobacter

PEMBUATAN DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) EMPON- EMPON PADA CABE RAWIT (Capsicum frutescens L)