Pembuatan dan Aplikasi Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak Pada Cabai Rawit
Pembuatan dan Aplikasi Pestisida Nabati Ekstrak Daun Sirsak Pada Cabai Rawit
Sirsak
(Indonesia); Nangka sabrang, Nangka landa (Jawa); Nangka Walanda, Sirsak
(Sunda); Nangka buris (Madura); Srikaya jawa (Bali); Deureuyan belanda (Aceh);
Durio ulondro (Nias); Durian batawi (Minangkabau); Jambu landa (Lampung);
Langelo walanda (Gorontalo); Sirikaya balanda (Bugis dan Ujungpandang); Wakano
(Nusa Laut); Naka walanda (Ternate); Naka (Flores); Ai ata malai (Timor)
Ciri – ciri :
Batang mempunyai
batang berkayu dan dapat hidup menahun bunga tunggal dalam berkas 1-2
berhadapan / disamping daun mahkota daun mahkota segitiga. Buah berbentuk
majemuk agregat bertekstur empuk daging buahnya berwarna putih berbiji banyak
dan mempunyai duri yang pendek mempunyai cita rasa yang manis. Biji biji dalam
satu buah agregat berjumlah banyak berwarna hitam mengkilat. Sirsak mempunyai
akar tunggang.
Habitat :
Sirsak dapat
tumbuh di sembarang tempat, yang paling balk ditanam di daerah yang tanahnya
cukup mengandung air. Di Indonesia, sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang
mempuyai ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut
Kandungan kimia
:
Senyawa yang
terkandung dalam sirsak antara lain senyawa tanin, fitosterol, ca-oksalat clan
alkaloid murisine
Bagian tanaman
yang digunakan adalah daun dan biji
Cara kerja :
1. Bersifat sebagai insektisida
2. racun kontak
3, Penolak (repellent)
4. Penghambat makan (antifeedant)
Khasiat lain :
Tanaman ini
berkhasiat pula untuk obat batu empedu, antisembelit, asam urat dan
meningkatkan nafsu makan.
Latar Belakang
Cabai rawit adalah buah dan tumbuhan anggota genus Capsicum.
Selain di Indonesia, ia juga tumbuh dan populer sebagai bumbu masakan di
negara-negara Asia Tenggara lainnya. Cabai rawit (Capsicum frutescens L.)
merupakan salah satu tanaman hortikultura dari famili Solanaceae yang tidak
saja memiliki nilai ekonomi tinggi, tetapi juga karena buahnya yang memiliki
kombinasi warna, rasa, dan nilai nutrisi yang lengkap.
OPT menjadi faktor pembatas dalam budidaya tanaman tanpa adanya pengelolaan OPT secara terpadu dan
bijaksana, akan berpengaruh terhadap hasil produksi tanaman cabai. Hama merupakan semua organisme dalam hal ini hewan
yang memberikan kerusakan yang berdampak menurunkan nilai ekonomi pada tanaman.
Dalam upaya peningkatan produksi cabai rawit, salah satu kendala yang
sering ditemui yaitu adanya serangan oleh berbagai organisme pengganggu tanaman
(OPT), yang salah satu diantaranya adalah hama kutu kebul. Salah satu cara
yang dapat ditempuh untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman adalah
dengan menggunakan pestisida alami yang berasal dari tanaman di lingkungan
sekitar tempat tinggal kita. Program pemerintah dalam hal perlindungan tanaman
dengan menerapkan teknik Pengendalian Hama Terpadu sesuai dengan Inpres No. 6
Tahun 1995, yaitu pengendalian hama yang aman dan terkendali dan tidak
membahayakan tanaman serta makhluk hidup lainnya dengan mengembangkan
penggunaan pestisida alami. Pestisida alami merupakan produk alam yang ramah
lingkungan dan tidak menimbulkan residu.
Pestisida
nabati adalah bahan aktif tunggal atau majemuk yang berasal dari tumbuhan yang
dapat digunakan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT).
Pestisida nabati dapat berfungsi sebagai penolak, penarik, antifertilitas
(pemandul) atau pembunuh. Pestisida nabati bersifat mudah terurai
(biodegradable) di alam sehingga tidak mencemari lingkungan.
Daun sirsak
mengandung senyawa acetogenin, antara lain asimisin, bulatacin dan squamosin.
Pada konsentrasi tinggi, senyawa acetogenin memiliki keistimewaan sebagai anti
feedent. Dalam hal ini, serangga hama tidak lagi bergairah untuk melahap bagian
tanaman yang disukainya. Sedangkan pada konsentrasi rendah, bersifat racun
perut yang bisa mengakibatkan serangga hama menemui ajalnya.
Kelebihan
Pestisida Nabati Ekstrak daun sirsak
· Merusak perkembangan telur, larva, dan pupa,
· Menghambat pergantian kulit,
· Mengganggu komunikasi serangga,
· Menyebabkan serangga menolak makan,
· Menghambat reproduksi serangga betina,
· Mengurangi nafsu makan,
· Mengurangi resiko hama mengembangkan sifat resistensi.
· Mengurangi letusan hama kedua.
· Mengurangi bahaya bagi kesehatan manusia dan ternak.
· Mengurangi penggunaan bahan kimia dalam budidaya tanamam,
· Lebih akrab lingkungan serta lebih sesuai dengan kebutuhan
keberlangsungan usaha tani skala kecil juga mengemukakan bahwa pestisida nabati
tidak mencemari lingkungan lebih bersifat spesifik, residu lebih pendek dan
kemungkinan berkembangnya resisensi lebih kecil.
Alat dan bahan
yang digunakan dalam
(1) timba
plastik besar tertutup
(2) 3 jerigen
isi 5 ltr
(3) saringan
(4) kayu
pengaduk
(5) pisau
(6) talenan
(7) 15 liter Air
(8) daun sirsak
100 lembar
(9) 2 sampai 3
sdm sabun colek.
Cara
Pembuatan
Pembuatan dan
aplikasi pestisida nabati ekstrak daun sirsak, diharapkan membangkitkan
semangat dan partisipasi petani dalam kegiatan pemanfaatan daun Sirsak menjadi
bahan yang mempunyai manfaat lebih tinggi. Rekomendasi pengaplikasian pada
tanaman pangan , hortikultura dan perkebunan dengan konsentrasi 65cc/Liter air
dengan cara disemprotkan pada pagi hari dan sore hari.


Komentar
Posting Komentar