PEMBUATAN DAN APLIKASI BOKASHI DARI LIMBAH TERNAK SAPI PADA TANAMAN KOPI ARABIKA ( coffea arabica )

 


                                                                          Oleh : Rohmadi

Pendahuluan

             Pupuk organik (bokashi) merupakan proses fermentasi dari pupuk kandang yang sudah kering dalam hal ini limbah ternak sapi sebagai bahan baku utamanya dan bahan penunjangnya seperti arang sekam, dedak, air dan EM4 sebagai dekomposer.  Mengubah limbah ternak sapi menjadi pupuk organik (bokashi) telah menjadi kesepakatan kelompok tani toto tentrem satu Desa Kedasih Kecamatan Sukapura Kabupaten Probolinggo dalam mengatasi permasalahan yang sedang dialami. Masalah tersebut adalah limbah ternak sapi yang dibuang dan di biarkan menumpuk begitu saja di beberapa titik lokasi lingkungan kandang sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan yang sangat menganggu. Keadaan yang seperti ini mendorong kelompok tani toto tentrem satu untuk segera mencari solusi tepat untuk mengatasi permasalahan tersebut.

 

Penyuluh pertanian sekaligus sebagai fasilitator, menghadirkan anggota poktan dan petani dalam memusyawarakan pemecahan masalah tersebut secara bersama. Dengan adanya musyawarah ini, para petani sepakat menerapkan teknik pembuatan dan aplikasi pupuk bokashi dari limbah ternak sapi sebagai solusi tepat dikarenakan pupuk organik (bokashi) adalah teknik pengolahan limbah ternak sapi yang cukup diminati dengan pertimbangan pemanfaatan yang memiliki nilai ekonomis yang terbilang murah dan efisien.

 

Pembuatan dan aplikasi bokashi

     Penyuluhan terhadap kelompok tani toto tentrem satu Desa Kedasih kecamatan Sukapura telah bekerja sama dengan petani untuk membuat penampung pupuk. Adapun Wadah penampung pupuk yang di alasi dengan terpal dibuat dengan ukuran 4 x 2 meter yang berfungsi sebagai tempat untuk mengumpulkan bahan-bahan serta untuk mempermudah pengolahan bahan bokashi hingga tempat untuk menampung bokashi yang telah diproduksi. Setelah tempat penampung bokashi telah selesai dan siap untuk digunakan maka selanjutnya penyuluh memberi pelatihan pembuatan dan aplikasi bokashi dari limbah ternak sapi kepada anggota poktan toto tentrem satu dan petani Desa kedasih. Formulasi Bahan Pembuatan bokashi yang digunakan di Desa Kedasih antara lain: (1) Limbah ternak Sapi yang telah kering (100 kg); (2) sekam (1 karung); (3) EM4 (1,5 liter); (4) gula (200 gram) ; dan (5) air. Prosedur pembuatan pupuk bokashi yang dikerjakan bersama-sama dengan petani Desa Kedasih  adalah sebagai berikut:

·         Pertama-tama membuat campuran larutan yang terdiri dari EM4, tetes gula dan air dengan perbandingan 1 ml : 1 ml :1 liter air.

·         Bahan-bahan berupa limbah ternak sapi yang sudah kering, sekam/dedak, dan EM4 dicampur merata di atas terpal.

·         Campuran larutan disiram dengan menggunakan gembor secara bertahap dan perlahan sehingga membentuk adonan. Adonan yang terbentuk kemudian dikepal dengan tangan, hingga tidak ada air yang keluar dari adonan. Jika kepalan dilepaskan maka adonan kembali mengembang.

·         Setelah 4 minggu terpal dapat dibuka. Pembuatan bokashi dikatakan berhasil jika bahan bokashi terfermentasi sempurna. Ciri-cirinya pupuk bokashi berwarna gelap dan bertekstur remah. Sedangkan jika bokashi berbau busuk maka pembuatan bokashi gagal. Bokashi yang sudah jadi sebaiknya langsung digunakan. Jika bokashi ingin disimpan maka bokashi harus dikeringkan terlebih dahulu dengan cara kering anginkan di atas lantai.

·         Aplikasi Bokashi dari limbah ternak sapi diberikan ke tanaman  atau ditaburkan pada saat pengolahan lahan dengan 20 Ton perhektar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU ADMINISTRASI KELOMPOK TANI

Membuat Nitrobacter

PEMBUATAN DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) EMPON- EMPON PADA CABE RAWIT (Capsicum frutescens L)