PEMANFAATAN LIMBAH CUCIAN BERAS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR ( POC )

 



PEMANFAATAN LIMBAH CUCIAN BERAS SEBAGAI BAHAN PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR  ( POC )


Oleh : Enggar Ambarsari

Program Kawasan Rumah Pangan Lestari (KRPL) merupakan salah satu program yang bertujuan untuk mencipatakan adanya ketahanan pangan dalam rumah tangga. Fokus KRPL ini adalah memanfatkan lahan pekarangan masyarakat desa maupun kota untuk diolah secara optimal. KRPL juga dimaksudkan untuk membudayakan masyarakat mengkonsumsi makanan yang beragam, bergizi seimbang dan aman (B2SA). Kawasan Kelurahan Tembokrejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan, merupakan wilayah yang terletak di tengah Kota Pasuruan dengan kondisi padat penduduk, lahan rumah tangga yang dimiliki sempit, dan lahan pekarangan yang tidak luas  namun masih bisa dioptimalkan dengan teknik vertikultur. Didukung dengan adanya Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) yang menyasar  perempuan sehingga dapat menjadi penggerak dalam pelaksanaan pemanfaatan lahan pekarangan untuk ditanamani berbagai tanaman sayuran dan hortikultura.

Kelompok Wanita Tani (KWT) Mekar Asri Kelurahan Tembokrejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan, melakukan kegiatan budidaya di sekitar pekarangan dan pemanfaatan lahan untuk tanaman sayuran. Namun dalam pelaksanaan budidayanya ada beberapa permasalahan yang terjadi, diantaranya ketergantungan akan pupuk anorganik untuk kebutuhan tanaman, padahal pemupukan menggunakan pupuk anorganik dapat mencemari lingkungan sekitar,hama tanaman dapat lebih kuat sehingga banyak hama baru yang mempengaruhi hasil tanaman atau kebun yang dihasilkan. Sehingga perlu alternatif dalam pemenuhan kebutuhan unsur hara pada tanaman sayuran, diantaranya adalah penggunaan pupuk organik cair (POC) yang ramah lingkungan serta dapat memenuhi kebutuhan unsur hara tanaman sayuran.

Berdasarkan kebutuhan dan masalah yang dialami oleh kelompok wanita tani (KWT) Mekar Asri Kelurahan Tembokrejo Kecamatan Purworejo Kota Pasuruan dalam memenuhi kebutuhan pemeliharaan bagi tanaman sayuran, maka limbah cucian beras merupakan salah satu alternatif sebagai bahan pembuatan pupuk organik cair. Air cucian beras selama ini dianggap sebagai limbah rumah tangga yang tidak dianggap keberadaannya ternyata memiliki banyak manfaat bagi tanaman salah satunya yaitu untuk menyuburkan tanaman. Karena air cucian beras banyak mengandung nutrisi yang dibutuhkan oleh tanaman. Dengan penambahan EM4 dan molase limbah air cucian beras sudah bisa dimanfaatkan sebagai pupuk organik cair. Secara umum pupuk organik cair ( POC ) dari limbah air cucian beras dapat memperbaiki sifat fisika, kimia dan biologi media tumbuh. Membuat struktur tanah lebih gembur karena adanya bahan-bahan organik dalam media tumbuh.

Untuk hasil pupuk organik cair ( POC ) dari limbah cucian beras diharapkan dapat diaplikasikan pada lahan pertanian untuk mengurangi penggunaan pupuk anorganik/ kimia.


CARA PEMBUATAN PUPUK ORGANIK CAIR DARI LIMBAH CUCIAN BERAS

Alat yang digunakan :

1.    Ember/ jirigen beserta penutupnya

2.    Corong

3.    Pengaduk

Bahan yang digunakan :

1.    Air cucian beras                        1 lt

2.    EM4                                          5 ml

3.    Molase/gula putih/gula merah  5 ml

Langkah pembuatan :

1.    Masukkan air cucian beras kedalam ember/ jirigen

2.    Kemudian masukkan molase/ gula kedalam ember/ jirigen

3.    Aduk hingga semua terlarut

4.    Masukkan EM4

5.    Aduk hingga tercampur secara merata

6.    Tutup ember/ jirigen dengan rapat

7.    Simpan ditempat yang tidak terkena sinar matahari langsung

8.    Pada hari ke 2 buka ember/ jirigen agar gas - gas yang terbentuk dapat keluar, kemudian tutup lagi

9.    Lakukan hingga hari ke 12/ 2 minggu

10.  Untuk mengecek apakah fermentasi berhasil dibuat dan telah matang adalah memiliki ciri – ciri tidak panas, tidak berbau busuk, berbau harum asam segar, berwarna coklat.

Cara aplikasi pupuk organik cair dari limbah cucian beras :

1.    Untuk pupuk daun :

Ambil 10 ml pupuk cair cucian beras dan larutkan dalam 1 liter air. Semprot ke seluruh bagian tanaman terutama bagian bawah daun. Lakukan penyemprotan pupuk daun setiap seminggu 2 kali.

2.    Untuk Pupuk akar :

Ambil 10-20 ml pupuk cair air cucian beras, larutkan dalam 5 liter air. Siram ke media tumbuh tanaman sekitar perakaran sebanyak 250 ml per tanaman. Aplikasikan seminggu sekali.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BUKU ADMINISTRASI KELOMPOK TANI

Membuat Nitrobacter

PEMBUATAN DAN APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR (POC) EMPON- EMPON PADA CABE RAWIT (Capsicum frutescens L)